MENGGALI NILAI SENI DAN BUDAYA, PONDOK BUDAYA AL ABROR ROROTAN SIAP CETAK GENERASI MUDA BERKARAKTER
JAKARTA — Pertemuan penting dan penuh gagasan strategis berlangsung di Pondok Budaya Al Abror, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, pada Rabu, 16 September 2026. Pertemuan bersama pengasuh Pondok Budaya, KH. A. Muklis Fadlil, ini menjadi catatan tersendiri bagi para inisiator dalam upaya memperkuat ekosistem kebudayaan di ibu kota.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan lintas disiplin ilmu kesenian—mulai dari perfilman, musik, teater, hingga sastra—serta sejumlah pemerhati sosial dan kebudayaan. Pertemuan ini fokus membahas strategi pembekalan generasi muda melalui internalisasi nilai-nilai luhur yang disampaikan lewat Bahasa kata, nada, gerak, dan warna.
Di tengah gempuran era digital, Pondok Budaya Al Abror menggagas metode pendidikan karakter yang tidak hanya mengandalkan asupan pengetahuan tekstual dari aksara semata. Pembentukan character building generasi muda diperkaya dengan pemahaman yang bersumber dari bahasa tanda lainnya, termasuk pemanfaatan nilai-nilai semiotika seni dan budaya.
Gagasan ini lahir dari potensi nyata di lapangan yang akan diwujudkan melalui pembentukan jejaring sumber daya manusia (SDM) sebagai mentor pengajar profesional. Sementara itu, sasaran peserta didik akan direkrut secara luas dari kalangan pemuda Karang Taruna, pelajar, mahasiswa, hingga unsur Badan Otonom (Banom) dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Utara.
Bang Syam, salah satu mentor yang hadir dalam pertemuan tersebut, menegaskan bahwa kurikulum ajar yang akan diterapkan di Pondok Budaya ini dirancang secara komprehensif. Selain membuat Kajian dan Pengkayaan Literasi, peserta didik akan mendalami khazanah budaya lokal maupun nasional sebagai fondasi berpikir.
Sedang metode Praktikum Pembelajaran tidak hanya berhenti di ruang teori, melainkan langsung diterapkan melalui praktik kesenian nyata. “Harapannya, asupan yang dibutuhkan raga dan jiwa—antara rasa dan pikir—bisa berjalan secara seimbang,” ujar Bang Syam.
Melalui langkah kolaboratif ini, seluruh santri dan peserta didik yang terlibat dalam proses belajar-mengajar ditargetkan memiliki cakrawala pandang yang semakin luas. Program ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat akhlak serta budi pekerti luhur generasi muda.
Pada akhirnya, Pondok Budaya Al Abror berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang semakin peka terhadap persoalan sosial, memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama dan lingkungannya, serta menguasai kompetensi skill yang selaras dengan potensi diri masing-masing. (JW)


