BerandaHukumIsu Dinasti Keluarga Menggema di Desa Sambungrejo, Warga Pertanyakan Netralitas Rekrutmen Perangkat...

Isu Dinasti Keluarga Menggema di Desa Sambungrejo, Warga Pertanyakan Netralitas Rekrutmen Perangkat Desa

Faktasenyap.com – Gelombang keresahan mulai berembus di Desa Sambungrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Sejumlah warga menyoroti pengisian perangkat desa yang kembali melibatkan keluarga dekat kepala desa. Setelah sebelumnya menantu kepala desa menduduki jabatan Sekretaris Desa (Sekdes), kini anak kandung kepala desa, Adi Pradana, dinyatakan lolos dan terpilih sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat terkait transparansi dan independensi proses rekrutmen perangkat desa.

Meski secara hasil ujian Adi Pradana tercatat memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yakni 74, dan berhak dinyatakan lulus, sebagian warga menilai persoalan yang muncul bukan semata-mata mengenai nilai. Yang menjadi sorotan adalah semakin banyaknya posisi strategis pemerintahan desa yang ditempati oleh anggota keluarga kepala desa. Situasi ini memunculkan persepsi di masyarakat bahwa kekuasaan desa perlahan mengarah pada pola dinasti keluarga, di mana jabatan publik dianggap hanya berputar di lingkungan yang sama.

Di berbagai sudut desa, mulai warung kopi hingga forum-forum warga, perbincangan mengenai dugaan nepotisme semakin sulit dibendung. Masyarakat khawatir kesempatan putra-putri terbaik desa untuk mengabdi menjadi perangkat desa akan semakin sempit apabila jabatan-jabatan penting terus diisi oleh keluarga penguasa. Bahkan muncul kekhawatiran bahwa pada rekrutmen berikutnya, anggota keluarga lainnya kembali akan mendapatkan posisi di lingkungan pemerintahan desa.

Perlu dicatat bahwa dugaan nepotisme tersebut merupakan opini dan persepsi yang berkembang di masyarakat. Secara hukum, ada atau tidaknya pelanggaran harus dibuktikan melalui fakta, dokumen, dan mekanisme pengawasan yang berlaku. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga kepercayaan publik. Sebab ketika jabatan publik berulang kali jatuh kepada lingkaran keluarga penguasa, maka ruang bagi kecurigaan, kritik, dan ketidakpercayaan masyarakat akan semakin terbuka lebar. Transparansi dan keterbukaan menjadi kunci agar polemik yang berkembang tidak terus menjadi api dalam sekam di tengah kehidupan masyarakat Desa Sambungrejo.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments