BerandaUncategorizedMenggali Nilai Spiritualitas dan Peradaban Nusantara Bersama Lesbumi NUJU dan Sri Eko...

Menggali Nilai Spiritualitas dan Peradaban Nusantara Bersama Lesbumi NUJU dan Sri Eko Galgendu

JAKARTA — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NUJU menggelar kegiatan dialog kebudayaan dan spiritualitas bersama Sri Eko Galgendu, penulis Kitab Ma Ha Is Ma Ya sekaligus sosok yang dikenal sebagai kerabat mantan Presiden RI ke-4, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Pendirian GMRI.

Acara yang membahas berbagai tantangan perubahan peradaban, gagasan tentang spiritualitas universal, hingga rekam jejak hubungan sejarah antar-tokoh bangsa.

Dalam pemaparannya, Sri Eko Galgendu menegaskan pentingnya kekuatan jiwa (spiritualitas) bagi seorang pemimpin maupun bangsa secara luas. Menurutnya, spiritualitas tidak hanya soal pandangan masa depan, melainkan juga sarana intropeksi dan evaluasi diri.

Beliau juga menguraikan perkembangan lima kelompok spiritualisme yang ada di tengah masyarakat: baik yang tergolong Pelaku, Pengamat, Guru Spiritual, Penasehat maupun Tokoh Spiritual.

Tokoh spiritual sejati pasti menghargai hubungan antaragama dan memahami semua ajaran secara lintas batas. Mereka memegang prinsip universal seperti mengasihi, melindungi, mengajak berdamai, dan bersabar,” jelas Sri Eko Galgendu.

Pada kesempatan dialog tersebut, turut dibacakan prakata dari Kitab Ma Ha Is Ma Ya: Pemimpin Diri Tanggung Jawab Kehidupan. Kitab yang ditulis Sri Eko Galgendu ini berisi 79 doa spiritual, testimoni, dan penjelas peradaban. Kitab ini ditulis secara khusus sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Sri Susuhunan Pakubuwono XII dan almarhum K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selain itu, ditunjukkan pula dokumen sejarah berdirinya Perkumpulan Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) tertanggal 18 Maret 2003 yang didirikan bersama oleh Gus Dur dan PB XII.

Dialog ini menggarisbawahi pentingnya menghidupkan kembali “Nilai-Nilai Spiritualitas Nusantara untuk menghadapi arus globalisasi dan tantangan zaman, sebagaimana filosofi perjuangan Gus Dur yang senantiasa membangun dialog serta jalan perdamaian bagi bangsa dan dunia. (BU)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments